Kesalahan Trading yang Sering Dilakukan Pemula

oleh -101 Dilihat
Trading
Trading

Dalam melakukan kegiatan trading, memang tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Terlebih bagi Anda yang masih terbilang pemula dalam dunia ini. Kesalahan seringkali terjadi dan dialami oleh kaum milenial yang termasuk dalam trader pemula. Sejatinya investasi saham di sini merupakan salah satu instrumen investasi yang dipilih karena menguntungkan, serta mampu memberikan imbal hasil yang cukup tinggi.

Namun sekalipun menguntungkan, bukan berarti hal tersebut menjamin para trader nantinya akan sukses. Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang kerap kali dilakukan oleh trader pemula.

Apa Saja Kesalahan Trading yang Sering Dilakukan Pemula?

Kurang Memahami Analisis Fundamental

Di dalam dunia saham sendiri, Anda perlu melakukan analisis dasar ketika Anda memutuskan untuk membeli sebuah saham yang diinginkan. Namun sayangnya hal tersebut cenderung diabaikan dan banyak investor yang lebih suka melirik tren sesaat ketika mereka menganalisis saham.

Trader pemula umumnya lebih tergoda dengan alasan mampu memperoleh keuntungan atau profit yang lebih besar dan cepat. Dan mereka cenderung mengabaikan analisis fundamental dari saham. Padahal di sini profit dan kerugian dari perusahaan akan menjadi pemicu harga dari saham itu sendiri.

Trading
Trading

Memilih Transaksi Jangka Singkat atau Pendek

Anda perlu tahu bahwasannya transaksi yang dilakukan dalam jangka pendek atau sering juga di sebut dengan short selling, terbilang sangat menggoda. Sekalipun begitu transaksi jenis ini memiliki resiko yang cukup tinggi, karena memang cukup menguras energi, waktu serta mempunyai resiko sangat tinggi karena perubahan pasar modal yang terjadi dengan sangat cepat.

Baca Juga:  Memilih Aplikasi Trading Online yang Cocok untuk Trader Pemula

Maka dari itulah, sebaiknya Anda perlu melakukan kontrol terhadap diri sendiri supaya tetap bisa melakukan proses transaksi disaat yang benar-benar tepat. Kesabaran di sini merupakan kunci yang paling utama, terlebih bagi Anda para trader pemula.

Mengabaikan Diversifikasi Investasi

Setiap instrumen dari investasi pastinya mempunyai resiko yang berbeda-beda antara satu sama lain. Ketika Anda hanya berfokus pada satu investasi saham saja, maka hal tersebut akan sangat berbahaya, karena resiko akan makin meningkat dengan kehilangan nilai maupun anjlok ketika nilai saham turun.

Maka dari itulah, Anda perlu memakai saham sebagai salah satu alat atau media yang bisa menuntun Anda pada tujuan finansial tertentu, serta melihat sisi baik dan sisi buruknya.

Diversifikasi investasi dalam banyak instrumen penting untuk Anda lakukan supaya nantinya ketika salah satu investasi yang dilakukan nyatanya tidak berhasil, namun masih terdapat instrumen lainnya yang Anda miliki. Sehingga uang Anda tidak benar-benar hilang seluruhnya.

Takut Rugi

Kesalahan berikutnya yang juga kerap kali dilakukan oleh para trader pemula yaitu mereka terlalu takut rugi. Namun ada juga yang terlalu berani dalam melakukan investasi. Kebiasaan trader yang di sini sebenarnya keliru, yaitu mereka suka sekali mencairkan keuntungan kecil-kecilan, tapi mereka takut untuk mengalami kerugian dengan melakukan cut loss pada saham yang terus tenggelam.

Karena itulah, penting bagi Anda yang merupakan trader pemula untuk memahami jika harga saham Anda mulai turun drastis, maka secepatnya Anda perlu menjual saham tersebut. Hal itu dilakukan supaya Anda tidak semakin rugi dan uang Anda tidak semakin habis. Simak juga tentang trading supaya lebih memahaminya.

Trading
Trading

Terjebak dengan Harga Saham Murah

Bagi para trader, menjual saham dengan harga paling tinggi dan membeli saham dengan harga semurah mungkin merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Padahal faktanya di sini ketika Anda membeli saham dengan harga yang sangat murah, saham tersebut berarti berasal dari perusahaan yang memang tidak terlalu bagus.

Baca Juga:  5 Panduan Lengkap Trading Forex Terbaru di Tahun 2022

Trader saham yang masih pemula suka membeli banyak saham-saham receh dengan harapan mereka bisa memperoleh profit dari capital gain. Padahal return of investment tersebut tidaklah bergantung pada berapa banyak lembar saham yang Anda miliki, namun yang paling berpengaruh adalah masa depan dari perusahaan tersebut.

Trading Tanpa Memperhatikan Portofolio

Ketika Anda sudah terjun di dunia trading dan menjadi trader saham, maka Anda perlu rajin dalam monitoring portofolio saham yang Anda punya, berapapun besarnya itu. Hal ini bertujuan agar Anda bisa mengambil keputusan jika nyatanya kinerja dari saham makin bagus atau sebaliknya.

Anda bisa menambah portofolio ketika keuntungan dari saham yang Anda miliki tersebut makin meningkat dari waktu ke waktu. Namun Anda pun juga perlu segera menjualnya ketika melihat harga dari saham cenderung turun.

Mudah Panik

Kesalahan yang terakhir yang paling sering dilakukan oleh para trader pemula yaitu mereka mudah sekali panik dan mudah terpengaruh. Derasnya arus informasi membuat banyak sekali opini-opini yang beredar tentang sebuah saham. Ketika mendengar kabar yang kurang mengenakkan, maka Anda jangan langsung panik lalu menjual saham.

Karena ditakutkan disini Anda terjebak dalam kondisi panic selling. Panic selling itu sendiri adalah sebuah peristiwa yang terjadi karena seorang investor atau trader merasa takut dan panik akan jatuhnya harga saham yang mereka miliki.

Para investor tidak segan untuk melepas saham mereka sesegera mungkin karena panic selling tersebut tanpa memperhatikan berapa harga jualnya. Ini memang cenderung dilakukan tanpa adanya analisis teknikal ataupun analisis fundamental dalam dunia trading.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.